Ungkapan kegembiraan dan penghormatan tersebut sungguh terlahir dalam doa-pujian bersama yang diadakan Senin, 27 April 2009 di rumah Bp. KH Mustofa Bakrie. Berjubel umat muslim berpakaian putih dengan alat "terbang" di tangan bershalawat dengan mantap sementara di sisi lain ada kelompok vokal yang memimpin shalawat sehingga bisa tampak lebih teratur dan tertata. Dalam acara Maulud Nabi tersebut diundang beberapa perwakilan tokoh agama yang ada di kot
Perayaan Maulud Nabi disemarakkan oleh Habib M Luthfi yang telah lama di nanti-nanti oleh umat sekalian. Dalam ceramahnya beliau menyuarakan permenungan tentang kebangsaan, kesatuan dalam perbedaan, dan al-amin. Setelah ceramah acara dilanjutkan dengan sambutan panitia, doa penutup, dan makan bersama seluruh umat. Acara selesai pukul 00.00 WIB.
Ada permenungan lain dibalik perayaan Maulud Nabi SAW, bahwa rupanya keanekaragaman bukanlah batas atau penghalang dalam berelasi tetapi keanekaragaman sungguh menjadi pelangi yang indah. Keanekaragaman yang tercipta atas dasar saling menghargai, menghormati, dan menjunjung tinggi kesatuan rupanya menciptakan tatanan komunikasi yang sambung satu dengan yang lain. Komunikasi yang sambung terlihat dari nyamannya relasi antar tokoh umat beragama yang terlihat dalam perayaan Maulud nabi malam ini. Semoga kebersamaan dalam keanekaragaman dapat terbina terus-menerus (frtri)