Kamis, 25 Maret 2010

pekalongan menjelang pekan suci

Dear all,
Menjelang Pekan Suci kegiatan umat Paroki St. Petrus Pekalongan semakin dinamis guna mempersiapkan diri merayakan misteri iman; sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Perayaan Paskah menjadi dasar dan puncak seluruh penghayatan iman kristiani. Kegiatan gladi bersih untuk kegiatan liturgis tentu saja sudah dilakukan hari-hari ini. Meski bukan dalam rangka jelang pekan suci, perayaan 1000 hari wafatnya romo Agus Pramono, Pr (Senin, 22 maret 2010 pk 17 00) juga menambah keaktifan umat dalam menyelenggarakannya . Misa peringatan 1000 hari rm. Agus dihadiri oleh sekitar 700 orang, dengan 28 imam dan misa dipimpin oleh Bp. Uskup. Perayaan misa tersebut tentu akan membangun kecintaan dan kebanggaan umat terhadap para imamnya yang setia dalam jalan imamat. Mereka mendapat semangat pula untuk menghayati cinta dan kesetiaan dalam panggilan masing-masing.
Kegiatan yang secara khusus mempersiapkan umat menjelang Pekan Suci ialah:
1. Triduum Ayam Berkokok : rekoleksi tiga hari, dimulai pukul 04 30 - 16 15 pagi hari, dihadiri oleh 250 orang, dari umat lingkungan pekalongan maupun ada yang dari stasi; kajen, bojong. Mereka bangun pk 02.30 dini hari tentunya, sebelum ayam berkokok, begitu penuturan salah satu dari mereka. Tema umum Triduum ialah : Salib: kutukan atau rahmat? Hari pertama mengolah tema : Salib dan Penderitaan (menuntut sikap percaya). Hari Kedua mengolah tema; Salib dan Perutusan (menuntut sikap bangga) dan hari ketiga mengolah tema Salib dan Kemuliaan (menuntut sikap bersukacita) . Triduum disampaikan duet antara Rm. Dwiyantoro dan Rm. Mardi. Susunan acara rekoleksi terdiri dari: lagu pembuka, pengantar, doa pembuka, lagu selingan, pembacaan KS, pembawaan materi renungan, nyanyian selingan, doa umat terpimpin, doa bersama, ditutup dengan perayaan ekaristi (2 imam berkonselebrasi) . Setelah ekaristi, umat ada yang langsung pulang dan berangkat kerja, dan ada pula yang menikmati minuman teh hangat yang tersedia di aula, dan menyantap sarapan sederhana: snack roti dan sebungkus nasi megono. Keduanya sumbangan sukarela dari umat untuk umat. Cukup banyak pula umat yang menikmatinya sebagai sarapan sebelum berangkat kerja.
2. Pengakuan Dosa
Berikut pengakuan dosa di paroki Pekalongan, sejauh yang tercatat:
Guru dan siswa Sd Pius = 55
umat di gereja = 10
Guru dan siswa SMP Pius = 86
umat di gereja = 32
SMA St. Bernardus = 91
umat di gereja = 50
guru dan siswa SMA Negri = 39
umat stasi Karanganyar, Kajen = 22
umat stasi wiradesa = 11
umat stasi sragi = 27
suster = 2
umat di gereja = 2

total : 427 orang:
Rm. Toro : 234 orang, Rm. Mardi :191 orang, Rm. Bambang: 2 orang.
Mungkin ada yang bertanya bagaimana cara menghitungnya? Caranya mudah. Tentu umat tidak merasa bahwa ternyata ada romo yang "usil" dan sempat-sempatnya menghitung. Bisa dihitung dengan butir rosario, bisa juga dengan mengingat ingat. Bagi saya yang sering lupa menghitung, ada cara lain yakni dengan membawa biji buah srikaya. Saat umat keluar ruang pengakuan akan ada bunyi "kletheg" pertanda masuklah sebiji srikaya ke dalam mangkuk..hehe.
Semua dilakukan bukan atas alasan kurang kerjaan atau usil. Setidaknya sebagai gembala akan tahu secara numerik, sebenarnya umat itu masih menghayati sakramen tobat dalam Gereja nggak sich? sebetulnya katekese tentang pertobatan itu punya dampak nggak sich? Siapa saja yang "berani" memasuki bilik sakramen tobat di gereja, apakah aktivis, umat non aktif, biarawati, umat bermasalah, atau umat dari paroki lain??

demikian sekilas info dari paroki pekalongan./ /mardius

Tidak ada komentar: