Agenda Paroki St Petrus Pekalongan:
1. Sabtu,10-Minggu,11 juli di Paseban Semarang, pembekalan umat
2. Rabu, 10 Juli temu para imam diosesan di Paroki st Petrus pk 10.00
3. Rabu, 10 juli temu pastoral dekenat utara; dewan pastoral dan PSE agenda sosialisasi gerah oleh rm Teguh (Komisi PSE Keuskupan)
4. Live-in para frater praja: mengenal hidup dan kerohanian umat; tgl 30 juli sd 6 agustus
bd/ifo
Sabtu, 10 Juli 2010
Kamis, 08 Juli 2010
Gua Maria Lawangsih

Di kawasan perbukitan menoreh Yogyakarta kini terkandung keajaiban alam. Selain hamparan perbukitan yang jumlahnya banyak, di beberapa tempat tamprak hamparan batu kapur yang menjulang di sela-sela perbukitan. Salah satu tempat yang cukup terkenal yaitu gua Kiskenda. Kini ada lagi gua yang baru yang menjadi ikon bagi umat katolik, yang letaknya juga ada di dekat kawasan gua Kiskenda. Gua ini disebut gua maria Lawangsih. Belum genap 1 th diresmikan sebagai tempat rohani.
Gua ini terletak di wilayah pelemdukuh, sebuah stasi yang kental dengan devosi pada Maria juga. Sehingga lokasi yang ditemukan ini menjadi tempat untuk berjumpa dengan Tuhan dengan perantaraan bunda Maria. Gua Maria terlatak di atas batu padas. Tetesan-tetesan air dari atas bebatuan yang ditampung di gentong berada di belakang gua. Di sampingnya ada lorong yang konon bisa tembus ke rumah penduduk. Di dalam lorong ini diletakkan patung Hati Yesus yang mahakudus. Tempat ini diberi panti semedi karena memang cocok untuk bermenung.
Untuk mencapai lokasi ini butuh perjuangan yang ekstra. Kendaraan roda empat dapat melalui jalur nanggulan (perempatan kenteng: Timur arah yogya/ godean; Selatan arah wates; utara arah muntilan/ sendangsono). Dri perempatan tersebut menuju arah barat, terus menanjak menembus perbukitan. Bekelok-kelok hingga sampai di pelemdukuh sejauh 13 km dari kenteng. Petunjuk arah sudah ditulis di sepanjang jalan.
Lokasi yang masih alami dan teduh, juga kental dengan hidup umat (stasi pelemdukuh) memberi nuansa khusyuk untuk berdoa.
Bagi yang berminat dapat menyusun perjalanan ke sana
ag toro
yang barusan datang ke gua
Selasa, 29 Juni 2010
Paroki St Petrus Pesta Nama

Berkah Dalem,
Tanggal 29 Juni ini Gereja merayakan HR St Petrus dan Paulus. Perayaan yang mengajak Gereja mensyukuri karya besar Tuhan dalam diri dua pribadi. Paulus menjadi rasul bangsa-bangsa yang mewartakan Injil sampai ujung bumi. Sementara Petrus menjadi rasul penggembala yang mempersatukan Gereja. Di bawah kepemimpinannya Gereja bersatu dan berkembang sesuai dengan ajaran rasuli.
St Petrus ini pula menjadi pelindung Gereja paroki. Bertepatan dengan perayaan ini Gereja paroki mengadakan kegiatan doa tirakat di depan patung st Petrus, yang letaknya di depan gereja. Doa tirakat dilaksanakan selama 3 hari sejak Sabtu sampai Senin. Dilaksanakan tiap pukul 21.00. Doa tirakat dihadiri sekitar 15 orang dan dipimpin oleh Rm T Mardi Usmanto. Doa ini memohon perlindungan Tuhan melalui St Petrus Pelindung Paroki agar di hari ulang tahun yang ke-80 paroki semakin mewujudkan diri menjadi persekutuan umat yang padu. Hidup iman umat beriman makin dewasa dan bermutu. Juga mohon agar umat diberi kesejahteraan dan senantiasa menjunjung Gereja sebagai persekutuan umat.
di hari yang ke-3, Senin 28 Juni, doa bersama dilengkapi dengan persembahan syukur berupa nasi megono, kacang dan pisang. Megono menjadi makanan khas Pekalongan. Semua yang ikut berdoa menikmati sajian tersebut.
Doa ini menjadi rangkaian awal perayaan syukur pesta nama yang dilaksanakan pada hari ini Selasa, 29 Juni di Gereja dalam perayaan ekaristi pk 17.00. Parade kor kring akan menyertai perayaan ini. Tiap kring yang telah ditunjuk mempersembahkan 1 lagu entah itu pembukaan, persembahan, komuni maupun penutup. Latian bersama sudah dilaksanakan kemarin malam pk 19.30 di gereja. Sambutan hangat dari semua kring menyemarakkan perjumpaan tersebut. Rahat sakpore, begitulah kebersamaan yang dialami.
Kebersamaan ini pula yang akan diwujudkan dalam pesta bersama makan megono setelah usai perayaan syukur di gereja.
Selamat pesta
infimen omnia
Senin, 14 Juni 2010
Belum Baptis Terima Komunis
Berkah Dalem,
Kejadian ini terjadi saat perayaan Ekaristi hari Minggu pagi. Seorang umat yang cukup hafal mana umat baru dan umat yang biasa hadir dalam misa di gereja mulai memperhatikan bahwa ada seorang yang menurut beberapa orang adalah orang baru di gereja. Ternyata orang tersebut maju ikut komuni. Selepas ekaristi, orang tersebut akhirnya ditanya, dan mengaku sebagai simpatisan katolik. Kedatangan ke Pekalongan ini dalam rangka mengetuk perhatian umat beriman agar ikut menaruh kepedulian akan anak cacat dan terlantar. Aliansi masyarakat peduli gempa (Yogyakarta) meneruskan kegiatan sosialnya dan membuka partisipasi kepada semua pihak untuk ikut peduli. Orang tersebut datang ke gereja dan membagi-bagikan kepada umat amplop peduli.
Sejak hari sabtu sore, beberapa umat yang datang sudah disodori amplop tersebut sebelum misa. Sehingga kemudian cara penyebaran dan dihimbau agar diletakkan saja di tempat yang biasa digunakan. Namun dalam perayaan ekaristi minggu pagi, amplop tersebut diselipkan di dalam warta gereja. Beberapa umat merasa kurang nyaman atas kegiatan asing tersebut sampai-sampai ada yang mengatakan resmi atau tidak. Karena menimbulkan kekurangnyamanan maka dalam perayaan ekaristi minggu sore dihentikan kegiatan tersebut.
Semoga kegiatan seperti ini tidak terulang lagi dan belangsung dengan bijak.
Kejadian ini terjadi saat perayaan Ekaristi hari Minggu pagi. Seorang umat yang cukup hafal mana umat baru dan umat yang biasa hadir dalam misa di gereja mulai memperhatikan bahwa ada seorang yang menurut beberapa orang adalah orang baru di gereja. Ternyata orang tersebut maju ikut komuni. Selepas ekaristi, orang tersebut akhirnya ditanya, dan mengaku sebagai simpatisan katolik. Kedatangan ke Pekalongan ini dalam rangka mengetuk perhatian umat beriman agar ikut menaruh kepedulian akan anak cacat dan terlantar. Aliansi masyarakat peduli gempa (Yogyakarta) meneruskan kegiatan sosialnya dan membuka partisipasi kepada semua pihak untuk ikut peduli. Orang tersebut datang ke gereja dan membagi-bagikan kepada umat amplop peduli.
Sejak hari sabtu sore, beberapa umat yang datang sudah disodori amplop tersebut sebelum misa. Sehingga kemudian cara penyebaran dan dihimbau agar diletakkan saja di tempat yang biasa digunakan. Namun dalam perayaan ekaristi minggu pagi, amplop tersebut diselipkan di dalam warta gereja. Beberapa umat merasa kurang nyaman atas kegiatan asing tersebut sampai-sampai ada yang mengatakan resmi atau tidak. Karena menimbulkan kekurangnyamanan maka dalam perayaan ekaristi minggu sore dihentikan kegiatan tersebut.
Semoga kegiatan seperti ini tidak terulang lagi dan belangsung dengan bijak.
Langganan:
Postingan (Atom)