Senin, 14 Juni 2010

Belum Baptis Terima Komunis

Berkah Dalem,

Kejadian ini terjadi saat perayaan Ekaristi hari Minggu pagi. Seorang umat yang cukup hafal mana umat baru dan umat yang biasa hadir dalam misa di gereja mulai memperhatikan bahwa ada seorang yang menurut beberapa orang adalah orang baru di gereja. Ternyata orang tersebut maju ikut komuni. Selepas ekaristi, orang tersebut akhirnya ditanya, dan mengaku sebagai simpatisan katolik. Kedatangan ke Pekalongan ini dalam rangka mengetuk perhatian umat beriman agar ikut menaruh kepedulian akan anak cacat dan terlantar. Aliansi masyarakat peduli gempa (Yogyakarta) meneruskan kegiatan sosialnya dan membuka partisipasi kepada semua pihak untuk ikut peduli. Orang tersebut datang ke gereja dan membagi-bagikan kepada umat amplop peduli.

Sejak hari sabtu sore, beberapa umat yang datang sudah disodori amplop tersebut sebelum misa. Sehingga kemudian cara penyebaran dan dihimbau agar diletakkan saja di tempat yang biasa digunakan. Namun dalam perayaan ekaristi minggu pagi, amplop tersebut diselipkan di dalam warta gereja. Beberapa umat merasa kurang nyaman atas kegiatan asing tersebut sampai-sampai ada yang mengatakan resmi atau tidak. Karena menimbulkan kekurangnyamanan maka dalam perayaan ekaristi minggu sore dihentikan kegiatan tersebut.

Semoga kegiatan seperti ini tidak terulang lagi dan belangsung dengan bijak.

Doa Bersama untuk Pilkada Pekalongan

Berkah Dalem,

Perayaan ekaristi mingguan di gereja st Petrus terasa berbeda dari biasanya. Sebabnya umat diajak berdoa bagi kelangsungan pilkada kota pekalongan berjalan lancar dan tenteram. Pilkada akan digelar hari Rabu, 16 juni 2010. Tiga kontenstan yaitu dr HM Basyir Ahmad dan HA Alf Arsian Djuniad (Alek) yang dikenal dengan Badju, nomor urut 1; H. Abu Almafachir dan H Masrof, nomor urut 2 dikenal dengan Almas, dan Supriyadi-Kholiq (Super Abdol) nomor urut 3 memperebutkan kursi pimpinan daerah kotamadya Pekalongan.

Pilkada ini sendiri merupakan penundaan dari rencana Pilkada yang seharusnya digelar 9 April lalu. Karena waktu itu hanya ada satu kontenstan yaitu pasangan dr HM Basyir Ahmad dan Abu Almafakir sebagai pasangan inkumben, maka pilkada diundur. Setelah itu ada perubahan peta politik dengan partai yang mengusung calon. Pasangan inkumben lalu pisah karena H Abu Almafachir diusung koalisi parpol di DPRD. Kemudian dr HM Basyir yang sejak awal diusung partai Golkar yang memang memiliki hak menentukan sendiri calon karena jumlah kursi di DPRD memenuhi, mengusung calon Alex.

Dalam kesempatan itu pula umat katolik diajak untuk menggunakan hak suaranya dengan memilih sesuai dengan hati nurani masing-masing. Pilihan tersebut dipertimbangkan sesuai dengan kepentingan masa depan kota Pekalongan dan tanggungjawab sebagai umat beriman,

Pasangan Almas maupun Badju telah menemui romo paroki. Selain memohon dukungan restu agar pilkada berjalan lancar mereka juga menyampaikan harapan-harapan akan perkembangan kota Pekalongan. Pasangan Almas yang datang hari Rabu, 9 Juni pk 14.00 diterima oleh romo paroki beserta pengurus harian DPP serta tim kerawam memohon doa restu karena mereka dilamar oleh parpol. Mereka berjanji akan membangun kota pekalongan yang berdaya sekaligus pemerintahan yang bersih.. Sementara pasangan Badju datang hari Kamis, 10 juni pk 14.00. Ditemui oleh rm paroki dan pengurus DPP St Petrus, sdr Alex dan tim mewakili dr HM Basyir yang tidak bisa datang karena tidak mengambil cuti dari jabatan sekarang yaitu Walikota, menerima masukan dari komunitas katolik agar bila nanti terpilih mereka dapat memperhatikan tersedianya tanah makam.

Di antara pembicaraan dan ungkapan, para tokoh agama terutama para kyai sepuh di kota Pekalongan, juga berharap yang penting Pilkada berlangsung aman dan terkendali. Semoga demikian.



bd/ifo

Minggu, 30 Mei 2010

Ziarah Akbar Paroki St Petrus ke Sendangsono

Berkah Dalem,
Hari Jumat 28 Mei menjadi hari yang meriah bagi Paroki st Petrus Pekalongan. Pasalnya pada hari itu, 10 bus dengan jumlah peserta sekitar 490, dengan tambahan kendaraan sepeda motor, kelompok turing, menghantar umat paroki berziarah ke Sendangsono. Perziarahan ini merupakan peziarahan paling akbar dari sekian waktu yang pernah dilakukan bersama di paroki. Berangkat pukul 6 pagi, dengan diawali ibadat bersama di gereja, rombongan berangkat bersama menuju ke Sendangsono. Perjalanan tersendat di jalan Magelang Muntilan karena bersamaan dengan kepadatan transpotasi dari perayaan waisak, membuat rombongan tidak bisa berjalan bersama. Tiba di perhentian bus, rombongan diangkut dengan kolt carter menuju sendangsono.
Panitia mengatur peziarahan ini. Sedianya perayaan ekaristi dimulai pk 12.30 baru bisa terlaksana pukul 14.00. Umat yang berseragam sama ini menikmati peziarahan dalam kebersamaan. Tema "rahat sakpore" menjadi kekuatan dalam menjalani kebersamaan kendati ada berbagai keterbatsan seperti koordinasi konsumsi,transpotas i, waktu dan tempat, dsb. Kebersamaan ini menandai HUT paroki yang ke-80. begitu perayaan ekaristi selesail, beberapa saat kemudian hujan lebat mengiringi perjalanan turun ke lokasi parkir bus. Kembali ke Pekalongan rata-rata sampai pk 23.00.
Demikian kisah perjalanan ziarah akbar paroki St Petrus Pekalongan, Ndherek Gusti Rahat Sakpore.

bd/ifo/tr

Minggu, 25 April 2010

Motivasi dan Sosialisasi Tahun Keprihatinan Pertanian Keuskupan Purwokerto

Selepas misa minggu pagi 25 April 2010, di aula Paroki St. Petrus Pekalongan diadakan Motivasi dan Sosialisasi Tahun Keprihatinan Pertanian bersama Romo Blasius Slamet Lasmunadi, Pr. Dalam paparannya, Romo Slamet mengajak umat untuk mengubah paradigma yang keliru tentang pertanian dan mengajak untuk lebih menghargai pertanian. Image bahwa pertanian identik dengan sesuatu yang kotor dan tidak berharga harus dibuang jauh-jauh karena sesungguhnya pertanian adalah suatu hal yang vital bagi kehidupan umat manusia. Umat diajak untuk menyadari manfaat pertanian bagi kehidupan manusia juga perlunya pembangunan di sektor pertanian serta pentingnya memperkenalkan pertanian sejak dini kepada anak-anak, terutama bagi anak-anak yang tinggal di kota.
Tahun Keprihatinan Pertanian merupakan karya pastoral Keuskupan Purwokerto untuk tahun 2010-2011, yang akan dimulai pada 1 Juni 2010 yang akan datang. Setelah selama setahun umat di Keuskupan Purwokerto diajak untuk berbelarasa terhadap Kaum Miskin, melalui Tahun Keprihatinan Kemiskinan, maka selanjutnya umat diajak untuk bersolidaritas terhadap pertanian sebagai wujud kepedulian Gereja terhadap pembangunan pertanian yang bersahabat, bermartabat, dan berkeadilan dengan seluruh ciptaan.
Tahun Keprihatinan Pertanian di Paroki Pekalongan baru akan dicanangkan pada akhir tahun 2010 ini dan dilaksanakan sepanjang tahun 2011 mendatang, karena saat ini di Paroki Pekalongan sepanjang tahun 2010 ini masih berjalan Tahun Keprihatinan Kemiskinan.(JHN)