Berkah Dalem,
Meskipun agak terlambat dan mungkin berita ini kurang fres tetapi kami berkehendak untuk mengirimkannya. . Peristiwa ini terjadi hari kamis lalu. Sejak hari rabu, ada sdr vani dari polres yang katolik menghubungi salah satu romo untuk mengisi bina rohani di mapolresta yang memang sudah menjadi agenda rutin. Kini giliran gereja katolik untuk mengisi pertemuan tsb. Kamis pagi saya sendiri berangkat pk 08..45 agak telah dari rencana yang diberitahukan pk 08.30. meskipun demikian saya masih bisa langsung menuju halaman mapolesta yang jaraknya tidak jauh dengan gereja. Tiba disana sudah ditunggu sdr vani dan rekannya. lalu saya menuju ke salah satu ruang pertemuan pembinaan.Hadir 9 orang di tempat tsb. Tidak semua katolik. Setahu saya ada 2 yang katolik. Salah satunya yang baru selain Vani adalah Vincent yang menjadi kapolsek pekalongan timur, dan baru 1 bulan di peklongan.
Dalam renungan ini saya mengajak untuk mendengarkan wasiat DAud pada Salomo agar taat pada Tuhan. Ada berbagai aspek kehidupan yang sudah diatur dan tentu diajak untuk mentaatinya. SEbagai orang beriman cara berada dengan mentaati setiap aturan dan kesepakatan bersama menjadi kesaksian hidup.
Di akhir perjumpaan masih ada sharing bersama tentang perkembangan keagamaan terutama pengajaran kekristenan yang gencar tetapi menganggap kelompoknya paling benar dalam ajaran. DAri situ disadari bahwa iman perlu sampai pilihan personal. SEtelah itu saya masih diampirkan di ruang Bp Aris budiman, salah satu ruang penting di polresta. Berbicang-bincang sebentar tentang suasana kondusif dan semangat mewujudkan hidu bersama serta gagasan perlunya natalan bersama antar gereja di kota pekalongan.
Setelah selesai saya meninggalkan mapolresta.
infinem omnia
toro
Senin, 08 Februari 2010
Senin, 01 Februari 2010
Kaderisasi Hidup beriman
Berkah Dalem,
KHBK atau Kaderisasi Hidup Beriman Katolik mulai dilaksanakan di paroki St Petrus Pekalongan. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari kegiatan kursus KS yang dilaksanakan tiap malam minggu. Mengingat kerinduan umat untuk mendapatkan pembekalan yang sama maka kegiatan yang semula dilaksnakan di salah satu rumah umat ini sekarang dilaksanakan di gereja. Materi-materi yang disampaikan juga tidak melulu terbatas pada KS melainkan pengetahuan dan informasi umum tentang Kekatolikan seperti liturgi, sakramen, sejarah gereja, konsili, hukum perkawinan, spiritualitas doa, moral hidup beriman, dsb.
Sabtu 30 Januari pk 19.30 meruapakan hari pertama dilaksanakan kegiatan tsb. Hadir sekitar 60 orang dari berbagai lapisan dan kelompok: mereka yang pernah ikut kursus KS, umat kring, kelompok kategorial dan para suster. Kegiatan ini kali pertama mendapat respon baik karena memang dirasakan kerinduan umat untuk lebih banyak mengetahui seluk beluk kehidupan iman katolik.
Kegiatan ini diselenggarakan secara formal karena ada absensi dan 75% kehadiran akan mendapatkan sertifikat, juga menghadirkan beberapa tutor dari para romo yang ada disekitar pantura seperti rm surya, rm sheko dan rm parjono. Selain para romo di paroki pekalongan, kegiatan yang dilaksankan tiap malam minggu pk 19.30 sd 21.30 ini direncanakan berakhir pada bulan Juli 2010 karena ada 22 pertemuan.
Kegiatan ini melibatkan tim kerja katekese sebagai pelaksana dan pendukung kegiatan. Semoga kegiatan ini makin memberi kekuatan pada umat beriman. Kaderisasi bukan pertama-tama agar nantinya umat menjadi pengurus atau pelayan melainkan agar tumbuh hidup beriman yang makin bermutu. Seiring semangat ulang tahun paroki ke-80 yaitu mewujudkan hidup beriman yang semakin bermutu.
infinem omnia
ag toro
KHBK atau Kaderisasi Hidup Beriman Katolik mulai dilaksanakan di paroki St Petrus Pekalongan. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari kegiatan kursus KS yang dilaksanakan tiap malam minggu. Mengingat kerinduan umat untuk mendapatkan pembekalan yang sama maka kegiatan yang semula dilaksnakan di salah satu rumah umat ini sekarang dilaksanakan di gereja. Materi-materi yang disampaikan juga tidak melulu terbatas pada KS melainkan pengetahuan dan informasi umum tentang Kekatolikan seperti liturgi, sakramen, sejarah gereja, konsili, hukum perkawinan, spiritualitas doa, moral hidup beriman, dsb.
Sabtu 30 Januari pk 19.30 meruapakan hari pertama dilaksanakan kegiatan tsb. Hadir sekitar 60 orang dari berbagai lapisan dan kelompok: mereka yang pernah ikut kursus KS, umat kring, kelompok kategorial dan para suster. Kegiatan ini kali pertama mendapat respon baik karena memang dirasakan kerinduan umat untuk lebih banyak mengetahui seluk beluk kehidupan iman katolik.
Kegiatan ini diselenggarakan secara formal karena ada absensi dan 75% kehadiran akan mendapatkan sertifikat, juga menghadirkan beberapa tutor dari para romo yang ada disekitar pantura seperti rm surya, rm sheko dan rm parjono. Selain para romo di paroki pekalongan, kegiatan yang dilaksankan tiap malam minggu pk 19.30 sd 21.30 ini direncanakan berakhir pada bulan Juli 2010 karena ada 22 pertemuan.
Kegiatan ini melibatkan tim kerja katekese sebagai pelaksana dan pendukung kegiatan. Semoga kegiatan ini makin memberi kekuatan pada umat beriman. Kaderisasi bukan pertama-tama agar nantinya umat menjadi pengurus atau pelayan melainkan agar tumbuh hidup beriman yang makin bermutu. Seiring semangat ulang tahun paroki ke-80 yaitu mewujudkan hidup beriman yang semakin bermutu.
infinem omnia
ag toro
investasi hari akhirat
Berkah Dalem,
Rapat akhir tahun (RAT) Perkumpulan Sosial Pangruktilaya St Yusup (PSPL) dihadiri 54 anggota. Rapat berlangsung di aula paroki. Dalam rapat tersebut dilaporkan kinerja pengurus dan laporan keuangan serta disahkannya rencana kerja pengurus dan rencana anggaran belanja PSPL.
PSPL yang sudah berdiri puluhan tahun di paroki pekalongan ini melayani umat dalam perawatan dan penguburan orang meninggal. Direncanakan bahwa akan ada kenaikan iuran secara berjenjang dari Rp 3.000 menjadi Rp 3.500,- Rp 4.000 ke Rp 4.500 dan Rp 5.000 diusulkan menjadi Rp 6..000. Kenaikan ini meskipun sangat kecil diharapkan masih dapat dijangkau oleh para anggotanya. Ini juga menjadi penting dipikirkan sebagai investasi hari akhir. Menjadi hal yang tidak gampang untuk menginvestasikan hari akhir dengan mengalokasikan dana sedikit. Ibarat untuk makan nasi megono atau bakso lebih mudah daripada untuk investasi padahal ketika akhir hidup terjadi sering banyak kerepotan yang dialami, termasuk sampai pinjam sana sini untuk keperluan tsb meskipun ada solidaritas dari warga. Namun demikian sikap dan semangat ini perlu makin dikembangkan sehingga sayap pelayanan Gereja makin diperluas jangkauannya melalui pelayanan PSPL.
Rapat yang dimulai pk 10.00 berakhir pk 12.30.
infinem omnia
ag toro
Rapat akhir tahun (RAT) Perkumpulan Sosial Pangruktilaya St Yusup (PSPL) dihadiri 54 anggota. Rapat berlangsung di aula paroki. Dalam rapat tersebut dilaporkan kinerja pengurus dan laporan keuangan serta disahkannya rencana kerja pengurus dan rencana anggaran belanja PSPL.
PSPL yang sudah berdiri puluhan tahun di paroki pekalongan ini melayani umat dalam perawatan dan penguburan orang meninggal. Direncanakan bahwa akan ada kenaikan iuran secara berjenjang dari Rp 3.000 menjadi Rp 3.500,- Rp 4.000 ke Rp 4.500 dan Rp 5.000 diusulkan menjadi Rp 6..000. Kenaikan ini meskipun sangat kecil diharapkan masih dapat dijangkau oleh para anggotanya. Ini juga menjadi penting dipikirkan sebagai investasi hari akhir. Menjadi hal yang tidak gampang untuk menginvestasikan hari akhir dengan mengalokasikan dana sedikit. Ibarat untuk makan nasi megono atau bakso lebih mudah daripada untuk investasi padahal ketika akhir hidup terjadi sering banyak kerepotan yang dialami, termasuk sampai pinjam sana sini untuk keperluan tsb meskipun ada solidaritas dari warga. Namun demikian sikap dan semangat ini perlu makin dikembangkan sehingga sayap pelayanan Gereja makin diperluas jangkauannya melalui pelayanan PSPL.
Rapat yang dimulai pk 10.00 berakhir pk 12.30.
infinem omnia
ag toro
Senin, 11 Januari 2010
kunjungan WKRI ke Panti Wreda Catur Nugraha
Sebanyak 84 orang yang diorganisir oleh WKRI Ranting St Lucia dan WKRI St Maria berkunjung ke Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori Banyumas. Mereka terdiri dari para wanita katolik dan beberapa bapak serta anak dari ibu-ibu yang ikut WKRI. Dalam perjumpaan dengan opa dan oma yang tinggal di panti, rombongan mengadakan acara natalan dan tahun baruan bersama. Dikumpulkan di aula acara diawali dengan sambutan-sambutan dari suster In PMY, romo paroki Pekalongan, ketua WKRI Ranting St Maria dan Lusia lalu dilanjutkan dengan makan bersama.
Saat makan bersama ini ada hiburan organ tunggal yang dibawa dari Pekalongan. Lagu-lagu rohani dinyanyikan seperti Smua Baik, You Rise me Up, dsb. Saat ada penyanyi dari Pekalongan menyanyi tiba-tiba seorang oma berkehendak untuk menyanyi. Lalu menyanyilah lagu kasih. Demikian juga ada seorang opa yang ikut menyanyi lagu bawalah persembahanku. Selain nyanyian ada juga tarian tempurung yang dibawakan oleh 3 orang ibu. Acara persembahan nyanyian bersama dan pembagian bingkisan untuk opa dan oma.
Acara dimulai dari pk 12.30 dan berakhir pk 15.30. Rombongan mengaku terharu, senang dan trenyuh melihat semangat opa dan oma yang tinggal di panti. Bahkan ada yang berminat untuk mendaftarkan diri menjadi anggota panti.
Sesudah itu rombongan WKRI yang sebelum acara di panti mengadakan misa bersama di gua Maria, melanjutkan perjalanan kembali ke Pekalongan setelah mampir dulu membeli oleh-oleh gethuk sokaraja dan mencicipi soto SOkaraja.
bd/ifo
Saat makan bersama ini ada hiburan organ tunggal yang dibawa dari Pekalongan. Lagu-lagu rohani dinyanyikan seperti Smua Baik, You Rise me Up, dsb. Saat ada penyanyi dari Pekalongan menyanyi tiba-tiba seorang oma berkehendak untuk menyanyi. Lalu menyanyilah lagu kasih. Demikian juga ada seorang opa yang ikut menyanyi lagu bawalah persembahanku. Selain nyanyian ada juga tarian tempurung yang dibawakan oleh 3 orang ibu. Acara persembahan nyanyian bersama dan pembagian bingkisan untuk opa dan oma.
Acara dimulai dari pk 12.30 dan berakhir pk 15.30. Rombongan mengaku terharu, senang dan trenyuh melihat semangat opa dan oma yang tinggal di panti. Bahkan ada yang berminat untuk mendaftarkan diri menjadi anggota panti.
Sesudah itu rombongan WKRI yang sebelum acara di panti mengadakan misa bersama di gua Maria, melanjutkan perjalanan kembali ke Pekalongan setelah mampir dulu membeli oleh-oleh gethuk sokaraja dan mencicipi soto SOkaraja.
bd/ifo
Langganan:
Postingan (Atom)