Sabtu, 10 Oktober 2009

Doa Bersama Koronka?

Gagasan doa bersama koronka setelah ekaristi muncul dari pertemuan penggiat doa kerahiman paroki St Petrus Pekalongan. Doa bersama ini merupakan ajakan kepada umat beriman untuk giat berdoa. Namun gagasan ini masih akan digarap lebih matang. Gagasan ini muncul dalam pertemuan penggiat doa kerahiman yang berlangsung hari Kamis, 8 Oktober pk 19.00. Mengikuti kesempatan kalender jawa malem jumat kliwon, kegiatan kerahiman ini belangsung di gereja paroki.

bd/ifo

kolekte kedua untuk Gempa di Sumatra

Diberitahukan bahwa pada perayaan Ekaristi Sabtu minggu, 10-11 oktober di paroki akan ada kolekte kedua untuk korban gempa di sumatra. Umat dapat berpartisipasi dalam aksi solidaritas ini. Dana akan dikumpulkan ke keuskupan untuk segera ditindaklanjuti.

berkah dalem
toro

Paroki akan terima sumbangan?

Bebeberapa waktu lalu melalui Bimas Katolik Pekalongan, ada berita bahwa Gereja akan menerima bantuan dana dari Dirjen Bimas Katolik Jakarta senilai 1 milyard. Konon dana ini diminta secara lesan untuk rehab Gereja. kalau dana tidak diambil maka akan dikembalikan. Setelah dikonfirmasi melalui mereka yang berkecimpung di panitia pembangunan memang pernah ada proposal yang dibuat romo ke dirjen bimas katolik. Juga sewaktu peresmian Gereja dirjen bimas Katolik juga datang ke Pekalongan. Barangkali itu yang menjadi alasan bahwa dana itu ada. Namun setelah dikonfirmasi oleh bimas katolik pekalongan ke kanwil Semarang, ternyata nomor yang digunakan untuk jalinan komunikasi bukanlah nomor yang biasa menjadi jalur komunikasi kedinasan. Dengan begitu upaya yang dilakukan adalah mencatut nama dirjen untuk kepentingan pribadi. Dari cerita ini akhirnya disimpulkan bahwa ada kepentingan pribadi. tidak ada tindak lanjut lagi.

bd/ifo/tr

Senin, 05 Oktober 2009

seminar kedahsyatan KS


Minggu, 4 Oktober dalam rangka bulan KSN pparoki St Petrus menggelar kegiatan sarasehan tentang kedahsyatan KS. Hadir sebagai pembicara adalah Sr Alberta PIJ. Dalam kegiatan ini suster mengajar umat yang hadir untuk tidak melihat kedahsyatan KS sebagai hal yang memberi mukjijat atau melihat pembicara karena seakan sebagai ahli KS tetapi KS sendiri yang perlu dilihat sebagai yang dahsyat.
Dengan mengajak umat untuk melihat pergulatan kisah yakub dan pengalaman selama menjadi presenter penyejuk iman Katolik (program indosiar) suster menunjukkan bahwa beriman perlu berani mencari. Akan ada banyak hal yang seakan seperti penipuan sebagaiman dalam kisah Yakub. Misalnya kisah penampakan Bunda Maria versi bp Thomas, tulisan-tulisan atau ulasan tentang injil baru, Namun Gereja mengambil jalan tenang tidak langsung ribut menanggapinya.
Sarasehan ini dihadiri oleh 140 orang. Lebih dari yang diperkirakan penitia 100 orang. Seorang umat yang datang berkomentar "temanya bagus, kemasan memang agak kurang tetapi ini membuat penasaran dan kita harus mencari sendiri. Mau tidak mau ya dengan membaca KS kita menemukan kedahsyatan."
Acara yang dimulai pk 09.00 barakhir pk 13.00.

bd/ifo