Sabtu, 18 Oktober 2008

Penutupan LIngtu Gua Maria Kaliloji

Lingkaran Tujuh (Lingtu) Gua Maria Kaliloji paroki St Petrus Pekalongan ditutup pada hari Jumat, 18 Oktober 2008. Sudah 7 bulan berturut-turut perayaan ekaristi yang memadukan devosi pada Bunda Maria dan Sakramen Mahakudus ini dilaksanakan. Tema-tema renungan sepanjang waktu ditekankan dengan keluarga sebagai persekutuan umat beriman yang bersyukur atas anugerah Tuhan.Kali terakhir ini perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm Dr Hartono Budi Sj, seorang imam asli Pekalongan yang sekarang menjadi dosen di Fakultas Teologi Wedhabakti dan pamong seminari tinggi St Paulus.
Sebagai akhir permenungan Rm Hartono Budi Sj mengajak umat untuk menyimpulkan perjalanan rohani dengan melihat bahwa keluarga itu penting untuk pertumbuhan iman dan kemandirian serta kemajuan Gereja. Di tengah tantangan menghayati hidup berkeluarga tetap diutus untuk menjadi garam dan terang. Akan sangat tergantung bagaimana orang mengolah tantangan menjadi kekuatan.
Diibaratkan orang yang terus mengeluh sepanjang hidup dan ditunjukkan bagaimana perubahan dilakukan. Orang bisa menjadi wortel yang keras tapi ketika dimasukkan air panas lalu jadi lembek, orang bisa jadi telur, yang lembek tapi menjadi keras, atau menjadi kopi yang dilarutkan dalam air panas tetap menjadi kopi dan beraroma segar. Setiap tantangan akan mengubah hidup dan kekuatan dalam iman sebagaimana diteladankan Bunda maria menjadi modal untuk mengawali. Lingkaran Tujuh bukan berakhir tetapi baru dimulai.
Paduan Koor Soli Deo mengiringi penutupan lingkaran tujuh ini. Umat yang hadir juga masih mendapatkan air berkat sebagai bekal dan kebutuhan rohani umat. Acaranya sendiri dimulai dengan rosario bersama dengan penyalaan lilin umat sebagai ungkapan ujud doa bersama Bunda Maria. Dilanjutkan dengan Ekaristi, pemberkatan air, penghormatan pada Sakramen Mahakudus dan penutup.
Diumumkan bahwa Lingtu masih akan dilakukan tahun depan (2009). Diumumkan pula jumlah perolehan kolekte lingtu dan penjualan lilin serta pengeluaran untuk keperluan penyelenggaraan Lingtu ini.

------------in finem omnia.,ag toro-------ubi Petrus ibi Christus---------------

Jumat, 17 Oktober 2008

Gua Maria Kaliloji


Gua Mari Kaliloji adalah gua yang dibangun sejak taun 1991. Gua ini dibangun dengan pertimbangan mempercantik taman dari kompleks bangunan gereja dan pastoran. Waktu itu usulan Bp Walikota agar taman dibuat asri. Maka atas masukan tersebut Rm Siswowiyono MSC, sebagai romo paroki, bersama dewan merealisasikan usulan tersebut. Umatpun memberi dukungan. Lalu pengerjaan dilakukan dan dikoordinatori oleh ibu Ir Sumarni dan bp Raf Halmudji. Secara resmi diberkati oleh Rm Sis pada tanggal 31 Oktober 1991. Waktu dibangun biaya yang dihabiskan adalah Rp 3.000.000,- (tiga juga rupiah). Sebenarnya sejak awal memang tidak ada nama yang diberikan khusus. Namun karena dekat dengan jembatan Loji maka gua tersebut dikenal oleh umat sebagai Gua Maria Kaliloji.
Dalam perkembangannya sejak pembangunan gedung gereja dan pastoran yang baru (2002) gua Maria ini tetap dipertahankan posisinya. Tidak dibongkar ataupun diubah. Maka sampai sekarang gua Maria ini tetap berdiri meskipun sekarang agak ke tengah dan dekat dengan bangunan. dulunya memang sudah dipojok.
Untuk mendukung keberadaan gua Maria ini diadakan kegiatan Lingkaran Tujuh Gua Maria Kaloloji yang selalu dimulai bulan April dan berakhir bulan Oktober. Perayaan Ekaristi dan Adorasi dilakukan tiap hari Jumat ketiga pk 18.00. Umat mempersembahkan doa-doa dengan menyalakan lilin di depan gua. Sejak pelaksanaan tahun kedua ini, umat dapat mengambil air yang diberkati saat ekaristi tersebut untukkeperluan hidup rohani umat. Namun sejak ada pancuran (3 pancuran) di belakang gua, umat lebih mudah mengambilnya untuk kebutuhan-kebutuhan rohani.
SElain kegiatan rutin tersebut, juga ada yang secara pribadi berdoa dan kelompok-kelompok menggunakan kesempatan berdoa. bahkan ada yang secara rutin berdoa tiap tanggal 14.
------------berkah dalem -----------

Senin, 13 Oktober 2008

MENATAP JALAN PANJANG PANGGILAN



Perjalanan panjang itu harus dilewati. Tujuan mulia demi imamat mulia. Perjalanan yang panjang itu dijalani dalam interaksi dengan umat beriman. BAgaimana umat mengalami suka duka dalam kehidupan sehari-hari mereka dan menghayati iman mereka dalam kancah kehidupan entah sebagai pegawai, pedagang, ibu rumah tangga dan pekerja lainnya. Maka agar interaksi untuk menatap kehidupan panjang itu makin membawa pada kenyataan, para calon imam diajak untuk tinggal di tengah umat.
Sejak hari Jumat, 10 Okt sd 17 Oktober tiga seminaris dikirim oleh seminari untuk tinggal di tengah umat. Mereka menjalani program homestay. Mereka tinggal di tengah umat agar belajar mengolah rasa perasaan serta pikiran mereka tentang kehidupan iman umat.
Paroki St Petrus mendapat kesempatan untuk membantu para seminaris menatap perjalanan panjang panggilan mereka. Ada 3 seminaris yang diutus untuk homestay. Mereka tinggal di stasi Doro, Karangnyar (karanggondang) dan Kajen-bojong. Pada hari Minggu lalu mereka diberi kesempatan untuk tampil menjadi petugas liturgi di misa stasi Karangnyar.
Patrik, seorang seminaris yang berasal dari Kapencar, Wonosobo mengaku senang karena program tersebut membantunya mengenal umat. Dia berharap malah sungguh dapat membantu keluarga di mana dia tinggal. bukan untuk diistimewakan melainkan untuk sungguh mengalami kegiatan sehari-hari umat.
Perjalanan panjang itu tetap perlu dilalui.

--------------Berkah Dalem.. ubi Petrus ibi Christus----------------------


DOA PERSEKUTUAN UMAT

Tuhan, Engkau penuh kasih dan setia, Engkau memanggil kami menjadi umat pilihanMu, bersama-sama berdiri di atas karangpadas GerejaMu sebagaimana PutraMu tunjukkan kepada Petrus rasulMu. Dekat dengan PutraMu kami adalah batu-batu hidup yang kaya dengan bentuk, bobot dan warnanya. Pergunakanlah kami untuk pembangunan rumah rohani, mewujudkan diri sebagai persekutuan umat beriman yang hidup dengan penuh syukur dan terpanggil untuk memelopori berdirinya Kerajaan Allah dengan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan melalui komunikas, kebersamaan dan kerendahan hati serta bekerjasama dengan yang berkeyakinan lain. Kuatkanlah iman kami dan jadikanlah kami indah ditangan ciptaMu dengan mengembangkan komunitas basis, memperhatikan anak-anak dan kaum muda, keluarga, mereka yang lemah, miskin dan tersingkir serta memberdayakan budaya lokal. buanglah sikap, sifat dan semangat serta perbuatan kami yang menghambat karya ciptaMu. Bunda Maria, Bunda kami dan St Petrus yang menjadi saksi karya agung ini. Doakanlah kami. Amin.

------berkah Dalem--- ubi Petrus ibi Christus---------